KATA-KATA MUTIARA
Mengajak kepada kebaikan adalah baik,
Tetapi memaksa kepada orang lain suatu yang kita anggap baik adalah tidak baik.(gus mus)
Kesalahan yang membuat anda sedih lebih baik,
dari pada kebaikan yang membuat anda congkak.(gus mus)
Jangan kerdilkan dirimu dengan takabur,
jangan sempitkan dadamu dengan dengki,
dan jangan keruhkan pikiranmu dengan amarah.(gus mus)
Yang menghina agamamu tidak bisa merusak agamamu,
yang bisa merusak agamamu justru prilakumu yang bertentangan dengan ajaran agamamu.(gus mus)
Jangan biarkan kepentingan sesaat mencedrai kemuliaan martabat dan kemanusiaan kita.(gus mus)
Cara meredakan kesombongan dalam diri,
adalah dengan engingat asal dan akhir kita.(gus mus)
Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mendapatkan teman,
lebih lemah lagi yang mendapatkan dan menyianyiakanya.(gus mus)
Kalau anda di puji, sedang kamu tidak merasa sepantasnya di puji, kenapa anda senang?
kalo anda di cela, sedangkan anda merasa tidak sepantasnya di cela, kenapa anda marah?(gus mus)
Penelitian menegaskan, bahwa KEMALASAN lebih berbahaya bagi kehidupan manusia ketimbang MEROKOK.(gus mus)
Sebagai umatnya nabi Muhammad SAW,
kita harus selalu ingat bahwa panutan kita itu bukan pencaci, bukan pencela, dan bukan orang yang kasar.(gus mus)
Orang yang sibuk dengan keyakinan orang lain,
boleh jadi karna kurang yakin dengan keyakinanya sendiri.(gus mus)
Dalam hidup ini gunakan dua cermin:
satu untuk melihat kekuranganmu,
dan satu lagi untuk melihat kelebihan orang lain.(gus mus)
Kelompok yang keras-keras itu baru belajar sampai bab ghodob (marah) sudah berhenti,
merasa islam itu ghodob, marah terus kemana-mana,
padahal setelah itu ada bab sabar, tawaddhu (sabar). (gus mus)
1.
Kebenaran
kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya
kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.
2.
Jangan
banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya
meminta. Tapi memberi akan mendatangkan berkah.
3.
Tidak
ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus
berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.
4.
Apa
yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmat. Apa yang
kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.
5.
Abadikan
kebaikanmu dengan melupakannya.
6.
Tawakkal
mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.
7.
“Berkata
baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana
tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.
8.
Janganlah
setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.
9.
Mau
mencari aib orang? Mulailah dari dirimu!
10.
Hati
yang bersih dan pikiran yang jernih adalah sesuatu anugerah yang sungguh
istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.
11.
Meski
sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam pekat membuat dunia terlihat gelap,
tetap saja banyak yang tak mau melepaskannya.
12.
Awalilah
usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa
kepadaNya.
13.
Wajah
terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang
terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.
14.
Ada
pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’.
Begitu.
15.
Sambutlah
pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga,
atau mendoakan kekasih. Jangan awali harimu dengan melaknati langit!
16.
Kalau
Anda boleh meyakini pendapatmu, mengapa orang lain tidak boleh?
Tidak hanya alim dan faqih, KH. Maimun Zubair juga dikenal dengan pesan-pesannya yang bijak. Hampir semua aspek kehidupan tak luput dari pandangan-pandangannya yang arif dan bijaksana, mulai dari persoalan sosial, politik, agama hingga pendidikan.
Guru sebagai bagian terpenting dalam pendidikan mendapat perhatian khusus dari Kyai Maimun. Berikut pesan beliau kepada para Guru yang patut direnungkan.
“Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. NantiSelain yang telah dipesankan oleh Kyai Maimun, pesan bijak berikut juga patut direnungkan untuk para guru :
kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak
pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang Penting niat menyampaikan
ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi
pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus
menerus agar muridnya mendapat hidayah.”
“Yang paling hebat bagi seorang Guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar.
Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga”.
Selamat berjuang wahai para pahlawan ilmu. Semoga dari tanganmu akan lahir generasi tangguh, berilmu dan berakhlak. Amiin.










0 komentar:
Post a Comment